<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-284393481269378329</id><updated>2012-01-08T10:48:44.789-08:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='Raja Tidung'/><title type='text'>The Tidung</title><subtitle type='html'>Suku Kaum Tidung berasal dari wilayah Utara Pulau Kalimantan (Kab.Bulungan, Kab. Malinau, Kab. Nunukan, Kab. Berau, Kab. Tana Tidung dan Kota Tarakan serta Sabah Malaysia) memiliki  seni budaya dan bahasa yang beragam menurut daerah asal tempat tinggal mereka.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thetidung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/284393481269378329/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thetidung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>R14N Tarakan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='25' src='http://bp0.blogger.com/_oZ1JlyoFEpY/RvptHmBSn8I/AAAAAAAAAFk/Vq4AM_4KWug/s200/158q.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-284393481269378329.post-3210448386507742394</id><published>2009-10-30T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T08:48:17.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raja Tidung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Silsilah Raja Tidung Kuno</title><content type='html'>A. Riwayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan silsilah (Genealogy) yang ada bahwa, bahwa dipesisir timur pulau Tarakan yakni, dikawasan binalatung sudah ada Kerajaan Tidung kuno (The Ancient Kingdom of Tidung), kira-kira tahun 1076-1156. Kemudian berpindah kepesisir barat pulau Tarakan yakni, dikawasan Tanjung Batu, kira-kira pada tahun 1156-1216. Lalu bergeser lagi, tetapi tetap dipesisir barat yakni, kekawasan sungai bidang kira-kira pada tahun 1216-1394. Setelah itu berpindah lagi, yang relatif jauh dari pulau Tarakan yakni, kekawasan Pimping bagian barat dan kawasan Tanah Kuning, yakni, sekitar tahun 1394-1557.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat-riwayat yang terdapat dikalangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tidung"&gt;suku Tidung&lt;/a&gt; tentang kerajaan yang pernah ada dan dapat dikatakan yang paling tua diantara riwayat lainnya yaitu dari Menjelutung di Sungai Sesayap dengan rajanya yang terakhir bernama Benayuk. Berakhirnya zaman kerajaan Menjelutung karena ditimpa malapetaka berupa hujan ribut dan angin topan yang sangat dahsyat sehingga mengakibatkan perkampungan di situ runtuh dan tenggelam kedalam air (sungai) berikut warganya. Peristiwa tersebut dikalangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tidung"&gt;suku Tidung&lt;/a&gt; disebut Gasab yang kemudian menimbulkan berbagai mitos tentang Benayuk dari Menjelutung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Silsilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Benayuk&lt;/span&gt; yang berlangsung +/- 35 musim. Perhitungan musim tersebut adalah berdasarkan hitungan hari bulan (purnama) yang dalam semusim terdapat 12 purnama. Dari itu maka hitungan musim dapat disamakan +/- dengan tahun Hijriah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yamus (Si Amus)&lt;/span&gt; yang bermukim di Liyu Maye mengangkat diri sebagai raja yang kemudian memindahkan pusat pemukiman ke Binalatung (Tarakan). Yamus memerintah selama 44 (empat puluh empat) musim,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ibugang (Aki Bugang)&lt;/span&gt;, Ibugang beristrikan Ilawang (Adu Lawang) beranak tiga orang. Dari ketiga anak ini hanya seorang yang tetap tinggal di Binalatung yaitu bernama Itara, yang satu ke Betayau dan yang satu lagi ke Penagar. Ibugang wafat setelah mmerintah selama 22 (dua puluh dua) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Itara&lt;/span&gt; yang memerintah selama 29 (dua puluh sembilan) musim. Anak keturunan Itara yang bernama Ikurung kemudian meneruskan pemerintahan dan memerintah selama 25 (dua puluh lima) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ikurung&lt;/span&gt; beristrikan Puteri Kurung yang beranakkan Ikarang yang kemudian menggantikan ayahnya yang telah wafat. Ikarang memerintah selama 35 (tiga puluh lima) musim di Tanjung Batu (Tarakan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Karangan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;adalah Raja selanjutnya  yang bristrikan Puteri Kayam (Puteri dari Linuang Kayam) yang kemudian beranakkan Ibidang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bengawan&lt;/span&gt; yang diriwayatkan sebagai seorang raja yang tegas dan bijaksana dan wilayah kekuasaannya di pesisir melebihi batas wilayah pesisir Kabupaten Bulungan sekarang yaitu dari Tanjung Mangkaliat di selatan kemudian ke utara sampai di Kudat (Sabah, Malaysia). Diriwayatkan pula bahwa Raja Bengawan sudah menganut Agama Islam dan memerintah selama 44 (empat puluh empat) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Itambu&lt;/span&gt;,  memerintah selama 20 (dua puluh) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aji Beruwing Sakti&lt;/span&gt;  memerintah selama 30 (tiga puluh) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aji Surya Sakti&lt;/span&gt;  memerintah selama 30 (tiga puluh) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aji Pengiran Kungun&lt;/span&gt; yang memerintah selama 25 (dua puluh lima) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pengiran Tempuad&lt;/span&gt; yang kemudian kawin dengan raja perempuan suku Kayan di Sungai Pimping bernama Ilahai. Pengiran Tempuad memerintah selama 34 (tiga puluh empat) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aji Iram Sakti&lt;/span&gt; yang memerintah selama 25 (dua puluh lima) musim, pada masa ini raja berkedudukan di Pimping. Aji Iram Sakti mempunyai anak perempuan yang bernama Adu Idung. Setelah Aji Iram Sakti wafat kemudian digantikan oleh kemanakannya yang bernama Aji Baran Sakti yang beristrikan Adu Idang. Dari perkawinan ini lahirlah Datoe Mancang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aji Baran Sakti&lt;/span&gt; memerintah selama 20 (dua puluh) musim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Datoe Mencang&lt;/span&gt; kemudian menggantikan ayahnya sebagai raja dan diriwayatkan bahwa masa pemerintahan Datoe Mencang adalah yang paling lama yaitu 49 (empat puluh sembilan) musim. Keturunan Datoe Mencang yang meneruskan pemerintahan adalah Abang Lemanak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Abang Lemanak&lt;/span&gt; memerintah selama 20 (dua puluh) musim dan pada masa ini raja berkedudukan di Baratan. Abang Lemanak kemudian digantikan oleh adik bungsunya yang bernama Ikenawai (seorang wanita).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ikenawai&lt;/span&gt; memerintah selama +/- 15 (lima belas) musim. Ikenawai bersuamikan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Datoe Radja Laut&lt;/span&gt; keturunan Radja Suluk. Setelah memerintah selama +/- 15 (lima belas) musim pemerintahan kemudian diserahkan kepada suaminya. Selanjutnya Datoe Radja Laut memindahkan pusat pemerintahan di Pulau Tarakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/284393481269378329-3210448386507742394?l=thetidung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thetidung.blogspot.com/feeds/3210448386507742394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=284393481269378329&amp;postID=3210448386507742394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/284393481269378329/posts/default/3210448386507742394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/284393481269378329/posts/default/3210448386507742394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thetidung.blogspot.com/2009/10/silsilah-raja-tidung-kuno.html' title='Silsilah Raja Tidung Kuno'/><author><name>R14N Tarakan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='25' src='http://bp0.blogger.com/_oZ1JlyoFEpY/RvptHmBSn8I/AAAAAAAAAFk/Vq4AM_4KWug/s200/158q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-284393481269378329.post-5360820072253354282</id><published>2007-08-16T22:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T22:20:32.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Daftar Nama Raja-raja yang memerintah Kerajaan Tarakan</title><content type='html'>Berikut ini adalah daftar Nama Raja-raja Tidung dari Dynasty Tengara yang memerintah Kerajaan Tarakan yang dimulai pada tahun 1557 hingga 1916.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet (1557-1571)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Dipati I (1571-1613)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Singa Laoet (1613-1650)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Maharajalila I (1650-1695)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Maharajalila II (1695-1731)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Dipati II (1731-1765)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Maharajadinda (1765-1782)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Maharajalila III (1782-1817)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Tadjoeddin (1817-1844)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amiril Pengiran Djamaloel Kiram (1844-1867)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Datoe Maoelana/Ratoe Intan Doera (1867-1896)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Datoe Adil (1896-1916)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/284393481269378329-5360820072253354282?l=thetidung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thetidung.blogspot.com/feeds/5360820072253354282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=284393481269378329&amp;postID=5360820072253354282' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/284393481269378329/posts/default/5360820072253354282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/284393481269378329/posts/default/5360820072253354282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thetidung.blogspot.com/2007/08/daftar-nama-raja-raja-yang-memerintah.html' title='Daftar Nama Raja-raja yang memerintah Kerajaan Tarakan'/><author><name>R14N Tarakan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='25' src='http://bp0.blogger.com/_oZ1JlyoFEpY/RvptHmBSn8I/AAAAAAAAAFk/Vq4AM_4KWug/s200/158q.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry></feed>
