Kamis, 16 Agustus 2007

Daftar Nama Raja-raja yang memerintah Kerajaan Tarakan

Berikut ini adalah daftar Nama Raja-raja Tidung dari Dynasty Tengara yang memerintah Kerajaan Tarakan yang dimulai pada tahun 1557 hingga 1916.
  • Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet (1557-1571)
  • Amiril Pengiran Dipati I (1571-1613)
  • Amiril Pengiran Singa Laoet (1613-1650)
  • Amiril Pengiran Maharajalila I (1650-1695)
  • Amiril Pengiran Maharajalila II (1695-1731)
  • Amiril Pengiran Dipati II (1731-1765)
  • Amiril Pengiran Maharajadinda (1765-1782)
  • Amiril Pengiran Maharajalila III (1782-1817)
  • Amiril Tadjoeddin (1817-1844)
  • Amiril Pengiran Djamaloel Kiram (1844-1867)
  • Datoe Maoelana/Ratoe Intan Doera (1867-1896)
  • Datoe Adil (1896-1916)

20 komentar:

Kupang mengatakan...

Dear webmasters;

In Kutai you now have the royal,who more and more becomes the raja of Kutai Martadipura;opposite the Sultan of Kutai Kartanegara.In Bulungan you now have the Rajas of Tarakan.Watch out;please;that not al will be divided very much and very long ago really ruling rajas will be recreated again.Why not leave old disappeared principalitites rest and let the nobility here know,that they are also be part of the Bulungan general nobility network.
Can you tellme(when possible in English),who you exactly are.

Yours sincerelly:
D.P. Tick gelar raja Muda Kuno
secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia "Pusaka"
Vlaardingen/Holland
pusaka.tick@tiscali.nl

Breesuck mengatakan...

tunjukan dong gambar-gambar khas suku Tidung,mulai dari Baju,Rumah adat,senjata khas,dll-nya,lengkap dengan namanya ya...

aaical mengatakan...

Saya tinggal di Tarakan, sejak tahun 1980 sampai sekarang
anehnya semenjak saya tinggal di sini sampai tahun 1999, tidak ada pengakuan Tarakan pernah dipimpin raja-raja Tidung, Kerajaan Tidung baru terdengar sejak tahun 2000. Apa ia Tarakan merupakan daerah Pemerintahan Kerajaan Tidung, karena secara harpiah itu tidak mungkin karena Tarakan Kota Persinggahan ( Tempat pertemuan makan ) kalau ada Literaturnya tolong dimuat, jangan seperti ini yang kesannya membodohi masyarakat.

aaical mengatakan...

RI hanya mengakui 5 Kesultanan di Kalimantan Timur, Kutai, Bulungan, Pasir, Sambaliung, dan Gn. Tabur.Kerajaan Tidung yang banyak digembar-gemborkan bagian dari Kesultanan Bulungan, masa Kerajan Tidung di bawah pimpinan Sultan Bulungan.......... saya belum pernah lihat Literatur Kerajaan Tidung itu pernah ada ???????????

Sejarah, Sains, Astrologi, Ivan Taniputera mengatakan...

salam hormat,

saya sedang menulis buku tentang sejarah Kerajaan Nusantara. Menurut buku Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Timur, halaman 68, memang disebutkan adanya Kerajaan Tidung. Hanya nama rajanya adalah Pangeran Muda yang dikalahkan dan ditawan oleh Petta Torawe dari Wajo. Anehnya nama Pangeran Muda tidak tertera pada daftar raja-raja Tidung. Apakah Pangeran Muda ini identik dengan salah satu raja2 dalam daftar Anda.

Salam hormat,

Ivan Taniputera
ivan_taniputera@yahoo.com

Sejarah, Sains, Astrologi, Ivan Taniputera mengatakan...

Ralat: bukan Pangeran Muda, tetapi Panglima Muda.

Ivan Taniputera

Sejarah, Sains, Astrologi, Ivan Taniputera mengatakan...

Mempertanyakan Informasi mengenai Kerajaan Tidung dari buku sejarah

Questioning the Information about Tidung from History Book

Beberapa informasi mengenai Kerajaan Tidung dapat diperoleh dari buku Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Timur, halaman 68:

Some information about Kingdom of Tidung can be obtained from book entitled “Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Timur” (The History of Struggle against Colonialism in East Borneo), page 68:

Petta Torawe tidak menetap di suatu tempat, ia selalu mengembara disertai pengiringnya yang 250 orang jumlahnya...... Dalam pengembaraan perampokan ini ia pernah menyerang daerah Malinau dan mpmawan (sic!) raja Tidung yang bergelar Panglima Muda.
Mpnawan di sini tentu yang dimaksud adalah “menawan.”

Translation:

Petta Torawe didn’t dwell in a certain place. He usually went around with his followers of 250 people. .........In his robery wandering, he attacked Malinau and captured the king of Tidung whose title Panglima Muda was.
Buku yang sama halaman 82 juga menyitir mengenai Kerajaan Tidung
The same book page 82 also cited about Kingdom of Tidung.
Tetapi anehnya, website http://www.tarakankota.go.id/in/Berita_Kota.php?op=tarakan&mid=459, pada artikel berjudul “Arkeologi Pusat Juga Meneliti Keberadaan Kerajaan Tidung,” (tertanggal 26 April 2006 ) disebutkan bahwa:
Selain melakukan penelitian situs yang ada di Kota tarakan kami juga berusaha menemukan jejak kerajaan tidung ,kata Ketua Tim Arkeology dari pusat arkeology Nasional( PAN) Drs Gunady Mhum pada Media
Pada mulanya ia tidak mengetahui bahwa di Tarakan ada kerajaan yang bernama Kerajaan tidung .Tapi setelah mendengar ada informasi tentang keberadaan kerajaan dari dinasty tengara itu ia dan Timnya berusaha mencari jejak itu. Walau sudah beberapa kali melakukan risearch di Kaltim ,ia mendengar hanya ada kerjaan bulungan dan kerajaan sembeliung ( Berau : Red) dan tidak ada kerajaan Tidung.

Pada artikel di atas disebutkan bahwa tidak pernah terdengar adanya kerajaan bernama Tidung, padahal buku di atas ditulis pada tahun 1983/ 1984 dan sudah menyebutkan mengenai Tidung. Mengapa terjadi kesimpang siuran ini? Ini menandakan bahwa penelitian sejarah kita masih kacau.
But strange enough, website http://www.tarakankota.go.id/in/Berita_Kota.php?op=tarakan&mid=459 in an article entitled ““Arkeologi Pusat Juga Meneliti Keberadaan Kerajaan Tidung,” it is mentioned:
At the beginning, he didn’t know about the existence of Tidung Kingdom in Tarakan. But after getting information about existence of kingdom from Tengara Dynasty, he and his team tried to look for its historical proofs. Although he has done some research in East Borneo, he heard only about Kingdom of Bulungan an Sambaliung (Berau red.) and not of Tidung.
At the quotion from article mentioned above, the existence of Tidung Kingdom is never known, although the book entitled Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Timur is writt3en in 1983/ 1984. Why did this disinformation occur? It means that our historical research is still chaotic.

dindadindi mengatakan...

jika memang ada kerajaan tidung.!
apa sejarah peninggalan kerajaan tidung?
jangan hanya susunan rajanya aja,
tlong diceritakan mengenai sejarahnya
soalnya saya pengintahu sekali.
apa sesuai dengan yang saya dengar dari yaki damo.

Setia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Setia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Dt. Setia D mengatakan...

Dalam daftar peneilitian saya selama ini... Kerajaan Tidung tidak ada dalam sejarah Kerajaan Nusantara, hal ini pernah diberitahukan saya melalui FSKN (Forum Silahturahmi Kraton Se-Nusantara) yang tergabung 117 Kerajaan di Indonesia yang berada dibawah Naungan NKRI dan hal ini bersifat resmi dan masuk dalam daftar Negara kita. Hal ini juga masuk dalam catatan Sejarah Nasional yang di Perpustakaan Nasional yang menyebutkan Bahwa Kerajaan yang berada di Kaltim yaitu: Kutai Kartanegara, Bulungan, Pasir, Berau, Gunung Tabur dan Sambaliung. Menulusuri sejarah yang ada Kerajaan Bulungan Memiliki wilayah yang berbatasan dengan Kerajaan Suluk (Fhipina) dan Kerajaan Malaysia, jadi dalam hal ini saya sangat butuh bukti yang sangat kongkrit dan ada dimana letak istana, kuburannya Rajanya. Jadi sangat tidak mungkin ada Kerajaan di dalam Kerajaan.

Dt. Setia D mengatakan...

Kerajaan Bulungan juga pernah masuk dalam peristiwa Pemberontakan oleh PKI dengan isu Suversif Bultiken (Bulungan, Tidung, Kenyah) maka dari hal itu bisa dilihat bahwa Tidung pada waktu dulu adalah sebuah suku bukan kerajaan dimana yang sering kita dengar. Klo pun ada kerajaan Tidung kenapa tidak termasuk dalam Daftar Sejarah Nasional dan tergabung dalam Anggota FSKN (Forum Silahtuhrahmi Keraton Se-Nusantara), hal ini sangat diragukan akan kebenaran dan keberadaannya... karena letak posisi Kerajaan Tidung berada di Kota Tarakan yang notabenenya merupakan Wilayah dari Kerajaan Bulungan., dan semua kerajaan di Nusantara sangat tahu akan hal itu seperti masalah Pulau Sipadan Ligitan yang dipanggil malah Kerajaan Bulungan bukan Kerajaan Tidung oleh Pemerintah, karena mengikuti sejarah yang benar dan ada faktanya. Saya ingin bukti mengenai Kerajaan Tidung tidak melalui catatan yang saya sendiri sangat meragukan hal itu, bukti itu seperti Istana, Kuburan para Rajanya, Hubungannya dengan Kerajaan lain apakah itu ada...????
Terima kasih...

Pulau seribu eksotis mengatakan...

Mampir saja kepulau Tidung.

Carlos Seira mengatakan...

tidak benar bila dikatakan kerajaan tidung hanya baru terdengar selepas tahun 2000. saya mendengarnya sejak dari zaman kanak - kanak (sekitar 1980an) diceritakan oleh org tua tua.
jika tiada kerajaan tidung dalam daftar RI bukan bermakna kerajaan itu diada-adakan, mungkin kerana kurang perhatian dan kajian ke atas nya..

Kedhaton mengatakan...

Fakta yang ada mengenai Kerajaan Bulungan adalah berdasar Petikan Besluit (surat menyurat kerajaan bulungan) tahun 1919 dimalinau ialah: "Bahwa Daripada Kita Srie Paduka Maulana Mohamad Kasim Aldi Sulthan Yang memponyai Tachta Keradjaan Boelongan dan Tidung".
Itu artinya diantara sekian banyak raja-raja, kepala-kepala Besar yang menguasai sungai-sungai, cuma satu yang menguasai wilayah mereka yaitu Sultan Boelongan karena ia mempunyai Tahta dan Pemerintahan serta istana. "FAKTA"yang ada. Salam from Malinau: Datu Sukrillah

Kedhaton mengatakan...

Berbicara sesuai Fakta yang ada pada Petikan besluit Kerajaan Bulungan tahun 1919 (administrasi Kerajaan bulungan)yaitu berbunyi: "Daripada Kita Srie Paduka Sulthan Maulana Mohamad Kasim Aldin yang mempunyai Tachta Kerdjaan Boelongan dan tidung".
Kesimpulanya;Bahwa semua Raja-raja, Kepala-Kepala Besar yang menguasai sungai-sungai,dipesisir maupun dipedalaman utara Kalimantan Timur, semuanya berada dibawah kekuasan Sultan Bulungan yang mana Pusat pemerintahanya diTanjung Palas.Karena diTanjung Palaslah tempat tahta dan istananya. Tolong jangan mempermasalahkan perbedaan Bulungan dan Tidung. Karena keduanya mempunyai hubungan Perkawinan baik Rajanya maupun masyarakatnya.mereka dizaman lampau tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka pada zaman itu, baik para Kerabat Raja Bulungan, Tidung selalu menjaga hubungan baik.Baik itu dengan orang pedalaman, pesisir maupun dikeraton.Saran kami;Gali Fakta yang ada baik yang tertulis,maupun cerita turun temurun(mulutkemulut.)

Menanti Pagi mengatakan...

Rasanya saya gak pernah dengar ada kerajaan Tidung dari cerita2 orang tua di Bulungan, Suku Tidung masih dalam naungan kerajaan Bulungan. Jika memang benar, di mana makam para raja-raja, letak Istana dan peninggalan benda2 bersejarah dari kerajaan tsb, termasuk kostum para Raja dan kaum bangsawannya? Mohon info lebih jelas agar tidak membingungkan.

Datu Sukrillah mengatakan...

berbicara mengenai raja bulungan dan raja tidung, dari segi geneologi para raja2 bulungan (para sultan) dari sultan bulungan (sultan Datu Alam, Sultan Kaharudin II, Sultan Kasimudin, Sultan Muda Sulaiman) mereka semuanya berdarah tidung. Adapun mengenai fakta dimana makam raja tidung raja bulungan, hampir semuanya terletak di Kabupaten Bulungan ( daerah seriang, tj.palas, salim batu). Fakta sudah jelas!! dari sudut pandang geneologi. kenapa kok kita harus selalu mencari letak perbedaan raja bulungan dan raja tidung. kalo mau lebih jelas silaturahmi kesaya Datu Sukrillah bin Datu Husin Nasir Mansyur di Malinau ( dt_sukrillah@yahoo.com)

Kupang mengatakan...

DEar Sir; Sorry,can you talk in English. Thank you. Salam ormat: P Tick

Kupang mengatakan...

Pleaese; Lyana Ann contact me at pusaka.tick@tiscali.nl .I know,who knows much about the rajas of Tarakan. Salam hormat: DP Tick